PERPUSTAKAAN DIGITALMenabung membangun bangsaAgama & Akhlak
♡ Masuk untuk Favorit
Agama & Akhlak

Menabung membangun bangsa

📱 1 akses digital👁 1 dilihat
AKSES DIGITAL

Baca Buku

PDF
Baca Online
Repositori Kemendikdasmen / Badan Bahasa
Reader/PDF Resmi
Baca membuka file/reader resmi secara langsung. Untuk mengunduh atau melihat informasi lengkap, gunakan halaman sumber resmi.
ISBN978-623-7092-07-0
PenerbitDirektorat Sejarah
Tahun2019
BahasaIndonesia
Halaman-
JenjangSMP/Remaja & Umum

Tentang Buku

Buku sejarah berjudul “Menabung Membangun Bangsa” terbit disaat yang tepat di tengah-tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang mempunyai rasa optimisme akan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara dalam membangun Indonesia. Buku ini memberikan wawasan yang lebih mendalam kepada kita, bahwasannya menabung bukanlah hal yang baru dan muncul sewaktu bersentuhan dengan kehidupan modern, namun sejarah dan budaya menabung sudah ada sejak masyarakat nusantara menghuni kepulauan nusantara. Budaya menabung yang semula untuk memenuhi dan menyiasati kebutuhan hidup terhadap situasi dan adaptasi lingkungannya, seperti halnya menyimpan bahan pangan, baik yang bersifat nabati maupun hewani. Budaya seperti ini ada sejak masa prehistori, masa klasik hindu dan buddha, premodern kemudian berkembang hingga sekarang, seiring dengan dinamika kehidupan di tengah peradaban dunia. Ketika pusat-pusat peradaban dunia mulai bersentuhan dan berinteraksi antar satu bangsa dengan bangsa lain, baik di bidang perdagangan, agama, sosial, budaya, bahkan politik, masyarakat nusantara mendiami pulau-pulau turut serta aktif dalam kancah pergaulan dunia, kebiasaan menabung tidak hilang begitu saja, justru berkembang dan diperkaya dengan sistem pengetahuan ekonomi dari luar. Tradisi menabung yang semula masih terbatas penyimpanan bahan pangan, komoditi perdagangan seperti rempah-rempah, barang berharga seperti batu mulia, logam emas, dan benda-benda berharga lainnya. kebiasaan menabung mengalami kemajuan yang cukup pesat terutama pada masa Majapahit. Beredarnya alat tukar uang logam pada era Majapahit memunculkan tradisi baru berupa menabung uang logam (uang gobog) dalam wadah terakota yang umumnya berbentuk dikenal dengan “Celengan”. Sebuah tradisi yang sudah melampui zaman modern, sebelum Eropa melakukan kolonialisasi di Nusantara. Kosa kata “Celengan” merujuk bentuk arca figurin Celeng atau hewan babi (latin;suscrofa) berbahan terakota dan banyak di temukan di Situs Trowulan, Ibu Kota Kerajaan Majapahit. Celengan dalam kosa kata masyarakat Indonesia kemudian berkembang untuk menyebut kata lain dari “Menabung”. Tradisi menabung yang semula bersifat tradisional di masyarakat terus beradaptasi dengan dunia perbankan modern. Sikap mental suka menabung masyarakat Indonesia ini penting untuk dikembangkan dalam memberi kontribusi dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu kami menyambut positif dengan terbitnya buku sejarah menabung di Indonesia. Akhirnya selamat membaca, semoga buku “Menabung Membangun Bangsa” menjadi spirit dan sarana memelihara ingatan kolektif tentang sejarah dan tradisi menabung masyarakat Indonesia. Akhirnya selamat membaca, semoga buku “Menabung Membangun Bangsa” menjadi spirit dan sarana memelihara ingatan kolektif tentang sejarah dan tradisi menabung masyarakat Indonesia

Kata kunci: Kebudayaan, Sejarah Indonesia